BENARKAH WARGA ACEH TIDAK BISA LEPAS DARI TANAMAN GANJA?

RATUDOMINOQQ – BANDA ACEH, Indonesia — Pohon ganja memanglah tumbuh subur di tanah Aceh. Bahkan juga type tanaman yang lalu diklasifikasikan jadi narkotika ini telah berada di Bumi Rencong mulai sejak jaman dulu.

GANJA MERUPAKAN TANAMAN OBAT DAN BUMBU MASAKAN…

Warga Aceh umum memakai akar, daun serta Poker uang asli batang ganja jadi obat-obatan serta bumbu masak. Tidak mengherankan bila ganja lalu diidentikkan dengan Aceh. Tetapi apakah benar warga Aceh tidak dapat dilepaskan dari ganja?

Malam merambat perlahan-lahan. Angin sejuk terhembus menimpa pria berkacamata lewat celah dinding bambu Kantin Smea di Lampineung, Banda Aceh. Di tangannya, satu gadget hitam kadang-kadang ia gesekkan.

” Pesan kopi dahulu, ” kata Tarmizi A Hamid waktu terima Rappler di pojok satu warung kopi di Kota Banda Aceh, Selasa, 17 Oktober 2017 malam. Kolektor manuskrip kuno Aceh ini terlihat situs judi online terpecaya ramah. Ia akrap disapa Check Midi.

Darinya, Rappler ajukan pertanyaan mengenai jejak ganja di bumi Serambi Mekkah. Terlebih, Aceh mengaplikasikan hukum syariat Islam yang mengharamkan beberapa barang yang memabukan seperti ganja.

” Beberapa ratus tahun lantas, biji ganja di buat untuk rempah-rempah, lalu batang serta akarnya jadi obat-obatan, ” Check Midi mulai bercerita manfaat ganja di masa kerajaan Aceh Darussalam. Ia mengatakan akar ganja begitu baik untuk penyakit darah manis.

” Orang Aceh dulu menanamnya untuk judi online domino hal yang positif, ” tuturnya. Waktu Aceh sekian kali berlangsung peperangan, pohon ganja dipakai jadi obat luka serta bius.

Dahulu, kata Check Midi, belumlah ada obat-obatan kimia. Orang Aceh bertahan dengan memakai obat herbal dari dedaunan, satu diantaranya ganja karena terbatasnya tehnologi farmasi ketika itu.

Check Midi menyebutkan pada sekitaran tahun 1970-an, tanaman ganja masih tetap bebas ditanam di pot-pot depan tempat tinggal. ” Maksudnya adalah untuk rempah-rempah bumbu masak serta obat-obatan, ” kata pria berusia 48 tahun itu.

Ganja diakui ampuh untuk buat daging empuk waktu dibuat. Masakan ciri khas Aceh yang dulunya seringkali ditaburi ganja yaitu Kuah Beulangong serta sebagian poker terpercaya masakan yang lain dari daging.

Lalu bersamaan perjalanan saat, ganja di Aceh mulai disalahgunakan oleh generasi setelah itu. Dari awalannya jadi rempah serta obat herbal, namun terakhir mulai dihisap seperti rokok.

Waktu itu lah ganja perlahan-lahan ditinggalkan oleh warga Aceh karena bisa dikuatirkan merusakkan generasi Aceh. Terlebih bumbu masakan juga telah banyak yang lain untuk Situs Sakong buat daging empuk.

Terasa tidak diperlukan sekali lagi, tumbuhan yang ditanami di halaman depan tempat tinggal itu dibabat habis. Serta di kuatirkan juga akan dipersalahgunakan. Sekitaran tahun 1980-an, tumbuhan ganja telah perlahan-lahan mulai di hilangkan di Aceh. Tak akan ditanami di halaman tempat tinggal.

Lalu sekitaran tahun 1997, keluarlah undang-undang yang dengan resmi melarang peredaran tumbuhan ganja. Didalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 1997 mengenai Narkotika, ganja termasuk juga dalam kelompok narkotika kelompok I.

” Saat ini ganja tak akan dipakai untuk obat maupun AduQ bumbu masak, karena telah banyak obat atau bumbu masak beda yang tambah baik dari ganja, ” tutur Check Midi sambil mengisap rokoknya perlahan-lahan.

Matanya kadang-kadang menghadap ke penjuru warung kopi. Gelas kopi hitamnya telah kosong. Pertemuannya dengan Rappler waktu malam nyaris larut. Ia berkendara roda menorobos kesunyian menuju tempat tinggal.

Besoknya, Rabu 18 Oktober 2017, Rappler berkunjung ke satu warung makan ciri khas Aceh Besar di tepi Kota Banda Aceh, Aceh. Disana sediakan masakan Kuah Beulangong. Kata Check Midi, masakan Kuah Beulangong dulunya sering dibubuhi sedikit biji ganja.

Warung masih tetap sepi. Tiga orang disana terlihat Capsa Susun keluar masuk sisi belakang warung. Di teras depan, seseorang pria asyik mengaduk satu belanga dengan api masih tetap menyala. Masakan tersebut Kuah Beulangong.

Uniknya, masakan ciri khas Aceh itu dibuat oleh chef pria. Memiliki bahan basic daging sapi maupun daging kambing dengan kombinasi rempah-rempah. Hingga membuat rasa yang ciri khas.

Kuah Beulangong seringkali dihidangkan pada acara hajatan, acara-acara kebudayaan serta yang lain. Ia di buat dengan bumbu ciri khas Aceh seperti campli kleng (cabai kering) , u neu lheu (kelapa gongseng) , kayu mameh (kayu manis) serta bumbu-bumbu yang lain.

Nah, untuk mengempukkan daging sapi atau kambing tersebut dulunya DominoQQ ganja sering dipakai.

” Saya tidak memakai ganja. Bila dahulu memanglah nyaris semuanya masakan Aceh yang ada dagingnya tentu dibubuhi ganja, ” kata Basri sang koki sambil selalu mengaduk Kuah Beulangong yang hamir masak.

Saat ini, kata Basri, telah ada bumbu beda yang buat daging empuk. Walau demikian bila Domino 99 ditaburi ganja rasa-rasanya jadi lebih lezat.

” Saya kan telah dari dahulu masak Kuah Beulangong, dahulu memanglah sempat saya taburi ganja serta rasa-rasanya tentu berlainan, keempukan dagingnya rata, ” tuturnya sambil tersenyum.

Ia sudah delapan tahun buka warung makan itu serta tidak sempat Poker sekali lagi memakai ganja kedalam masakannya.

Ditempat terpisah, Rappler berjumpa Fajar. Pemuda 23 tahun ini sempat mengisap ganja saat masih tetap duduk di bangku SMP. Tetapi saat ini ia sudah berhenti konsumsi ganja. ” Saya telah nyaman mengisap rokok saja, ” tuturnya.

Ganja yang dulunya adalah rempah serta BandarQ Online Terpercaya obat-obatan saat ini jadi hal yang tabu untuk dipakai. Tetapi tidak dapat disangkal bila Aceh adalah tanah tersubur untuk tumbuhan hijau ini. Enjoy!

ARTIKEL ASLI

 

 

Like