CABULI BAWAHANNYA, KAKANWIL PAJAK DIPENJARA SELAMA 4 BULAN…

RATUDOMINOQQ – Seseorang Kakanwil (kepala kantor wilayah) Dirjen Pajak di Jateng berinisial BIS dihukum 4 bulan penjara. Ia dapat dibuktikan memaksa mencium bawahannya, WR, di ruangan kerjanya. Masalah berawal waktu PNS kelahiran 12 April 1953 itu mengundang bawahannya ke ruangan kerjanya pada 22 November 2012.

WR tidak berprasangka buruk serta masuk ke ruang. BIS mengakui juga akan tunjukkan photo suami WR, yang PNS Dirjen Pajak.

 

” Mana beberapa photo suami saya jaman 1997? ” bertanya WR.

” Maaf, sesungguhnya saya tidak ingin memerlihatkan beberapa photo suaminya, saya sesungguhnya ingin katakan bila saya tuch sukai serupa anda, ” jawab BIS.

Mendengar hal tersebut, WR kaget serta cepat-cepat balik tubuh. Namun waktu akan buka pintu, mendadak BIS menubruk badan WR.

” Peluk saya, 1 detik saja, ” kata BIS sembari mencium paksa WR.

” Tolong… tolong…, ” teriak WR walau karyawan diluar ruang tidak ada yang mendengar.

WR lantas keluar dari ruang serta menangis di kamar mandi. Sesudah pulang, WR bercerita masalah itu pada suaminya. Suaminya tidak terima serta disusunlah gagasan untuk membongkar tingkah laku bejat si atasan.

WR lantas beli seperangkat alat sadap serta menjumpai BIS sekian hari sesudahnya. WR lantas mengajak bercakap kembali BIS masalah pemaksaan di ruang itu. BIS mengaku tindakannya itu. Tanpa ada sadar, percakapan mereka direkam.

Bermodal rekaman, WR memberikan laporan tingkah laku BIS ke Dirjen Pajak. Tetapi, karna tak ada ketentuan, WR mempolisikan BIS atas perbuatan cabul itu.

Pada 4 Februari 2016, PN Surakarta menjatuhkan hukuman 4 bulan penjara pada BIS karna dapat dibuktikan lakukan perbuatan cabul karna jabatannya pada bawahannya. Vonis itu dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Semarang pada 24 Juni 2016.

Atas vonis itu, BIS keberatan serta memajukan kasasi. Apa kata MA?

” Menampik permintaan kasasi, ” tutur majelis seperti ditulis website MA, Kamis (24/8/2017).

Duduk jadi ketua majelis, Sofyan Sitompul, dengan anggota Margono serta Edy Armi. Majelis percaya terdakwa bersalah lakukan kejahatan seperti ditata dalam Pasal 294 ayat 2 kesatu KUHP.

Mudah-mudahan hal semacam ini jadi pelajaran untuk kita semuanya, supaya tidak berlangsung hal begini kembali dikalangan lembaga aparatur negara kita. Yang semestinya mereka bekerja serta penuhi pekerjaan serta peranan mereka.

Ini dapat jadi contoh untuk semuanya orang-orang bahwasannya peristiwa begini tidak sebaiknya berlangsung, terlebih berlangsung disalah satu kantor yang semestinya jadi contoh untuk semua orang-orang.

 

 

Like