EIKO ISHIOKA : MEMPERKAYA IMAJINASI KITA

RATUDOMINOQQ – Dengan raihan satu piala Oscar, Satu piala Grammy, serta 2 x jadi nomine Tony Award, karya-karya Eiko Ishioka begitu layak dihitung, tidak perduli apa pun mediumnya.

Dari mulai Poker uang asli design iklan di media bikin, sampul album musik, sampai kostum untuk film serta teater, desainer ikonik asal Jepang itu lakukan semua dengan prima. Dia tekuni semuanya sepanjang beberapa puluh th. selama karirnya. Suatu hal yang begitu tidak sering dikerjakan terlebih dulu.

Lahir serta besar di Tokyo, Eiko Ishioka menekuni karir di bagian design grafis saat amat sedikit perempuan yang bekerja di bagian industri itu. Lepas dari tantangan yang dihadapinya, Eiko Ishioka dapat bebas dari situs judi online terpecaya kekangan sosial serta artistik yang menghantuinya.

Design iklan di medium bikin pertamanya menghidupkan demikian banyak topik design yang di masa datang erat dihubungkan dengan gaya desainnya yakni tidak tipis, surealis, serta dengan berkelanjutan tidak terduga.

Eiko Ishioka memperoleh pernyataan dunia atas karyanya waktu rancangan kostumnya untuk film ”Dracula” th. 1992 diganjar piala Oscar.

Dia juga mencapai penghargaan judi online domino Grammy lewat karyanya yakni sampul album ”Tutu” punya Miles Davis th. 1986. Eiko Ishioka juga terdaftar 2 x jadi nomine Tonny Award lewat karyanya yakni kostum untuk pertunjukan teater bertopik ”M. Butterfly”.

( BACA JUGA: Sekarang 18 Tahun, Putri Paul Walker Makin Cantik )

Dia sempat bekerja serupa dengan intens dengan sutradara Tarsem Singh dalam sebagian film termasuk juga ”Mirror Mirror” th. 2012 kemarin. ”The Fall” yaitu film bergenre drama komedi petualangan yang bercerita mengenai rumah sakit di Los Angeles th. 1920-an. Disana dikisahkan ada seseorang pemeran pengganti adegan pertandingan film yang tengah melakukan perawatan.

Sepanjang melakukan perawatan poker terpercaya, dia mendongeng mengenai cerita fantasi 5 pahlawan pada seseorang gadis kecil yang alami patah lengan. Dengan imajinasinya yang liar serta brilian, si pendongeng mampu mengaburkan batas pada fiksi serta kenyataan.

Rancangan kostum Eiko Ishioka dalam film itu sangkanya mejadikan ”The Fall” satu diantara film fantasi selama hidup yang dikultuskan oleh beberapa pencinta sinema.

 

Like